Gereja Tua Sikka dan Lepo Gete
Gereja Tua Sikka dan Lepo Gete
![]() |
| prasasti selamat datang di Desa Sikka |
Satu siang saya bersama si “ungu” (motor tua buntut) menuju desa Sikka, Kecamatan Lela, kurang lebih 20an KM ke arah selatan Kota Maumere, Ibukota Kabupaten Sikka.
Memasuki Desa Sikka, ada sebuah papan nama dan setelahnya tugu selamat datang berwarna merah lengkap dengan salib di atasnya. Pantai berpasir hitam dan berbatu menghampar di pinggir jalan. Sepanjang perjalanan saya terus mengagumi keindahan alam yang ada di sini.
![]() |
| Pantai Sikka yang terkenal dengan ombak selatannya yang ganas (photo by Eto Tjeme) |
Sesampainya di Desa Sikka, saya bertemu dengan beberapa tokoh masyarakat Sikka dan kemudian bercerita banyak hal tentang Desa Sikka; sejarah dan perkembangannya sampai dengan saat ini. Fokus cerita kami sebatas pada Gereja Tua Sikka dan Lepo Gete (Istana Raja Sikka).
Gereja Tua Sikka
Gereja tua yang kini bernama Gereja St. Ignatius Loyola itu telah bertahan lebih dari satu abad dan masih berdiri tegak di Natar (kampung) Sikka. Gereja ini didirikan tahun 1899 oleh misionaris Jesuit.
![]() |
| Gereja Tua Sikka (photo by Eto Tjeme) |
![]() |
| Interior arsitektur Gereja Tua Sikka (photo by Eto Tjeme) |
Penguasa di Malaka, Jogo Worilla, menghadiahi da Silva sebuah Senhor (salib) dan patung Meniho (kanak-kanak Yesus) yang terbuat dari gading dari Portugis. Ditemani seorang Portugis bernama Agustinho Rosario da Gama, da Silva pulang ke Sikka, membangun kapel kecil bagi Senhor dan Meniho yang dibawanya. Sejak itu Sikka rutin dikunjungi misionaris Portugis.
Pada 1617, gereja Katolik menempatkan pastor pertamanya di Sikka, Pastor Manoel de Sa OP, membangun tradisi Gereja Tua Sikka. Dari Sikka pula para misionaris menjelajah hingga ke Maumere, hingga Stasi Maumere didirikan pada 1873.
Gereja Tua Sikka yang kini berdiri memang bukan bangunan kapel yang dahulu didirikan da Silva tapi bangunan gereja yang selesai didirikan pada 1899 oleh arsitek Pater Antonius Dijkmans SJ dan juga adalah arsitek perancang Katedral Jakarta. Gereja itu dibangun mulai 1893 dan diresmikan Pater J. Engbers SJ pada 24 Desember 1899 dan raja sikka pada masa itu Yoseph Mbako II Ximenes da Silva. Dalam Gereja tua Sikka terdapat prasasti yang bertulisan nama Pater Le Cocq D’Armandville SJ, sang misionaris perintis jaman Belanda di Sikka.
Seiring perkembangan kota Maumere, pada 14 Desember 2005 berdirilah Keuskupan Maumere, membawahi Paroki Sikka, cikal-bakalnya. Gereja Tua Sikka juga diikuti pendirian berbagai sekolah, termasuk Seminari Menengah pada 1926, yang kini telah ditutup. Sekolah-sekolah itu menyebarkan lulusannya ke berbagai wilayah di Flores, baik sebagai imam maupun awam.
Bangunan gereja tua ini, memiliki beberapa kekhasan yang menarik, antara lain bentuk dan corak bangunannya yang tradisional dari abad XVIII-XIX, dinding gereja ditata dengan lukisan motif tenun ikat Sikka, hal ini menunjukan bahwa sudah dari jaman portugis perempuan sikka memiliki ketrampilan dalam menenun dan menciptakan motif tenun ikat. Ketrampilan itu masih turun-temurun ke generasi dewasa ini.
Pintu kayu
Pintu gerbang Gereja Tua Sikka sangat tebal, berurat-urat karena kering, dengan engsel pintu bertangkai yang kusam. Pintu gerbang ini dibuat oleh Bruder van Leeuwnberg SJ bersama para tukang dari Larantuka, 113 tahun lalu.
Kubah gereja menggantung setinggi 10 meter, disangga oleh jalinan kuda-kuda atap dari kayu jati yang belum pernah diganti. Lukisan kaca di atas altar pun masih lukisan altar yang dipasang para pembangunnya.
Sebuah bangunan kapel kecil di halaman utara gereja yang menyimpan Senhor dan Meniho tertutup rapat. Buah tangan da Silva dari Malaka itu hanya dikeluarkan pada perayaan Jumat Agung, Perarakan Suci Logu Senhor. Pintu yang tertutup itu menyiratkan tentang sejarah masa lalunya.
Rumah panggung pastoran di seberang Gereja Tua Sikka, yang melapuk dimakan usia hingga panggungnya jebol di sana-sini, terlihat kusam dan tertutup rapat. Dua meriam dari Malaka yang dibawa Pater Fransisco Damato OP pada 1629 teronggok di sela rerumputan. Gedung pastoran baru telah dibangun di selatan rumah panggung itu.
LEPO GETE
![]() |
| Lepo Gete atau Istana raja Sikka (photo by Eto Tjeme) |
Lepo Gete yang sekarang dibangun kembali oleh pemerintah Sikka di tahun 2000.
Lepo Gete menjadi istana kerajaan Sikka dan pusat pemerintahan Kerajaan Sikka pada masa penjajahan Portugis abad ke XVI dan Belanda abad ke XVII. Beberapa Raja Sikka mendiami istana ini dan terakhir adalah Raja Don Yosephus Thomas Ximenes da Silva.
Untuk diketahui bahwa di Kabupaten Sikka terdapat beberpa kerajaan pada masa lampau. Selain di Sikka ada kerajaan Paga yang didirikan dengan pengaruh Portugis. Orang yang mempengaruhi sistem pemerintahan lokal (wisu one) ke dalam sistem kerajaan di Paga adalah de Hornay dan da Costa berasal dari Lifao, Oekusi (sekarang bagian Timor Leste) pada abad ke-17. Kedua orang ini diberi gelar Raja Laja Tongga Watu Teo, sebagai raja orang asing. Selain dua kerajaan ini, ada juga kerajaan Kangae, yang melalui kleteng latar diyakini berasal dari keturunan Mo’ang Ina Gete Ama Gahar, Bemu Aja dan istrinya Du’a Gurung Merang Plale Poung.
Lepo Gete menjadi istana kerajaan Sikka dan pusat pemerintahan Kerajaan Sikka pada masa penjajahan Portugis abad ke XVI dan Belanda abad ke XVII. Beberapa Raja Sikka mendiami istana ini dan terakhir adalah Raja Don Yosephus Thomas Ximenes da Silva.
Untuk diketahui bahwa di Kabupaten Sikka terdapat beberpa kerajaan pada masa lampau. Selain di Sikka ada kerajaan Paga yang didirikan dengan pengaruh Portugis. Orang yang mempengaruhi sistem pemerintahan lokal (wisu one) ke dalam sistem kerajaan di Paga adalah de Hornay dan da Costa berasal dari Lifao, Oekusi (sekarang bagian Timor Leste) pada abad ke-17. Kedua orang ini diberi gelar Raja Laja Tongga Watu Teo, sebagai raja orang asing. Selain dua kerajaan ini, ada juga kerajaan Kangae, yang melalui kleteng latar diyakini berasal dari keturunan Mo’ang Ina Gete Ama Gahar, Bemu Aja dan istrinya Du’a Gurung Merang Plale Poung.
![]() |
| anak-anak bercengkerama di bekas kamar Raja Sikka (photo by Eto Tjeme) |
![]() |
| Pantai Selatan Sikka (photo by Eto Tjeme) |
Lepo Gete saat ini sangat tidak terawat dan butuh perhatian yang serius dari berbagai pihak, pihak keluarga, pemerintah maupun para donatur ataupun para orang sukses yang khususnya berasal dari Desa Sikka. Semoga!!!












Komentar
Posting Komentar